Tentang Kami

Garda Satwa Indonesia adalah sebuah organisasi penyelamat satwa domestikasi (satwa peliharaan rumahan) yang tidak diperlakukan dengan adil sejahtera oleh manusia, dengan dan atas nama kepentingan apapun.

Atas dasar itulah, maka Garda Satwa Indonesia dalam tugasnya selalu melampirkan aturan hukum yang berlaku pada perlindungan satwa sebagai landasan dalam melakukan aksi penanganan satwa domestikasi tersebut.

Rangkaian tugas dan tanggung jawabnya meliputi aksi mulai dari mengolah laporan sampai dilakukan rescue (pertolongan) yang kemudian dilakukan tindak lanjut sampai satwa mendapatkan adopter yang memenuhi syarat dan mau berkomitmen memelihara satwa tersebut.

Dalam melakukan tugasnya, Garda Satwa Indonesia bekerjasama dengan beberapa veterinari maupun klinik/rumah sakit hewan untuk support kesehatan dan perawatan kondisi satwa pasca rescue.

Dalam menjalankan tugasnya, Garda Satwa Indonesia selalu mengutamakan kemitraan dan kerjasama dengan pihak pelapor maupun pihak yang berwenang atas teritorial dimana dilaporkan terdapat satwa terlantar (strays), untuk sekalian berbagi betapa pentingnya keharmonisan dalam satu ekosistem dengan tatanan alam yang ada plus segala manfaat yang akan diterima jika semua pihak bisa berperan serta peduli.

Visi Misi

Visi

Menciptakan keseimbangan alam dengan berperan aktif menegakkan kesejahteraan satwa, memperjuangkan implementasi undang undang dan payung hukum tentang perlindungan satwa di Indonesia.‬

Misi

1. Menjadi saluran informasi aktual dan terpercaya untuk masyarakat melalui proses edukasi satwa secara berjenjang mulai pendidikan usia dini sampai usia dewasa, dengan pola pendidikan langsung maupun sosial media.‬

2. Berperan aktif di masyarakat untuk memberikan perlindungan lingkungan dengan memastikan satwa domestik dan masyarakat terjamin kesehatan dan bebas penularan penyakit melalui program vaksinasi.‬ Berperan aktif di masyarakat untuk kontrol populasi melalui program kastrasi rutin pada satwa domestik baik liar maupun yang dipelihara.‬

3. Berperan aktif sebagai fungsi kontrol kepada pemerintah dan masyarakat atas prilaku terhadap satwa, baik satwa liar, satwa ternak maupun domestik harus sesuai hukum perlindungan satwa dan harus menjadi garda terdepan setiap permasalahan pelanggaran etika dan undang undang atas satwa.

4. Berperan aktif sebagai fungsi kontrol kepada pemerintah dan masyarakat atas prilaku terhadap satwa, baik satwa liar, satwa ternak maupun domestik harus sesuai hukum perlindungan satwa dan harus menjadi garda terdepan setiap permasalahan pelanggaran etika dan undang undang atas satwa.

Profil Pengurus

Garda Satwa Indonesia

Cyril Raoul Hakim
Ketua Dewan Pembina GSI
Dikenal sebagai pengusaha muda dan aktivis sosial yang memiliki ketertarikan dalam bidang kesejahteraan satwa. Ia merupakan salah satu founder dari Yayasan Garda Satwa Indonesia. Saat ini menjabat sebagai ketua dewan Pembina GSI.
M. Guntur Romli
Wakil Ketua Dewan Pembina
Dikenal sebagai intelektual muslim dan penulis yang tulisannya dimuat di berbagai media dan sudah menerbitkan beberapa buku: Dari Jihad Menuju Ijtihad, Ustadz Saya Sudah di Surga, Muslim Feminis, Syahadat Cinta Rabiah al-Adawiyah dan Islam Tanpa Diskriminasi. Kini ia menjadi Kurator Diskusi di Komunitas Salihara. Guntur juga merupakan salah satu salah satu founder Yayasan Garda Satwa Indonesia dan saat ini menjabat sebagai wakil ketua dewan Pembina Garda Satwa Indonesia.
Davina Veronica Hariadi
Ketua Umum GSI
Seorang aktris dan model yang aktif di perlindungan satwa dan lingkungan, yang juga merupakan salah satu founder Yayasan Garda Satwa Indonesia. Saat ini selain aktif sebagai ketua umum Garda Satwa Indonesia, juga aktif sebagai supporter kehormatan WWF Indonesia, dan juga salah satu independen komisaris dari Scuba Diver Indonesia.
Nong Darol Mahmada
Bendahara Umum
Seorang aktivis kemanusiaan yang juga aktif di bidang kesejahteraan satwa. Nong juga merupakan salah satu founder Yayasan Garda Satwa Indonesia. Saat ini memegang peran sebagai bendahara umum Garda Satwa Indonesia. Nong juga dikenal sebagai aktivis perempuan yang tulisannya dimuat di media nasional. Selain itu Nong juga merupakan seorang Deputy Director di Freedom Institute Jakarta.
Jonathan
Direktur Operasional
Seorang pria yang dikenal sedari dulu sebagai aktivis dan pejuang satwa. Saat ini memegang peran sebagai Direktur Operasional GSI yang membawahi divisi-divisi operasional seperti: Rescue, Unit Usaha, Kampanye dan Edukasi. Jonathan juga merupakan salah satu founder Garda Satwa Indonesia.
Anisa Ratna Kurnia
Sekretaris
Seorang alumni antropologi Universitas Indonesia yang merupakan salah satu bagian dari Garda Satwa Indonesia yang menjabat sebagai sekretaris. Selain itu juga menjadi humas, dan admin sosial media.

Tanya Jawab

Jawab:
– Komitmen dan bertanggung jawab. Mau merawat dan memberikan kasih sayang sampai seumur hidup si satwa.
– lingkungan mendukung, tidak keberatan jika anda memelihara satwa.
– rumah aman, tidak ada akses keluar masuk yang bisa dilalui anjing tanpa diawasi.
– keluarga tidak ada yang alergi bulu satwa.
– semua anggota rumah setuju.

Jawab:
Gratis, tidak dipungut biaya apapun. Namun, jika si satwa yang akan diadopsi dalam keadaan belum cukup untuk disteril (masih anak) maka biaya steril menjadi tanggung jawan adopter ketika sudah besar dan cukup umur untuk disteril.

Jawab:
Kami memberikan jangka waktu buat adopter untuk beradaptasi selama 3 minggu. Jika kurang dari jangka waktu tersebut merasa tidak cocok, anda bisa mengembalikan satwanya, dan memilih satwa yang lebih cocok.

Orang Tua Asuh

Ada banyak kepedulian dari masyarakat untuk membantu misi GSI dalam mensejahterakan anjing dan kucing liar jalanan, namun tidak mampu ikut adopsi tapi lebih ke arah donasi ke satwa shelter GSI maka kami memperkenalkan Program OTA (Orang Tua Asuh).

OTA (Orang Tua Asuh) adalah satu program yang mengajak masyarakat untuk partisipasi menjadi Orang Tua Asuh bagi anjing dan kucing shelter, kepedulian masyarakat tidak perlu harus adopsi karena alasan tertentu, bisa memberikan bantuan ke salah satu anjing/kucing shelter dengan support makanan dan suplemen ke anjing/kucing shelter, biaya makanan dan suplemen anjing/kucing shelter dalam 1 bulan adalah Rp 300.000.-

Adapun caranya sangat mudah, GSI akan share info anjing/kucing shelter satu persatu lengkap dengan history anjing/kucing tersebut masuk ke shelter dan masyarakat bisa memilih akan jadi OTA untuk anjing/kucing yang mana.

 

  1. GSI akan share info anjing/kucing shelter hingga masyarakat bisa memilih akan jadi OTA untuk siapa.

  2. 1 satwa adalah 1 OTA, calon orang tua asuh membiayai 1 anjing/kucing atau bisa lebih, dan 1 anjing/kucing hanya di biayai oleh 1 orang tua asuh.

  3. OTA minimal adalah 3 bulan, atau sampai satwa tersebut diadopsi maka OTA otomatis stop. Contoh : Ibu Mike OTA untuk si Blackie untuk 3 bulan terhitung Januari s/d  Maret 2015, dan pada bulan Februari 2015 si Blackie mendapatkan adopter, maka dana OTA masih tersisa 1 bulan. Dana ini akan di confirm ke OTA apakah akan donasi atau dikembalikan.

  4. Kontrak untuk menjadi OTA adalah 3 bulan, namun pembayaran tidak harus 1 kali, bisa tiap bulan.

  5. OTA berhak mendapatkan update satwa yang menjadi anak asuhnya dan juga berhak memberikan privilege buat anak asuhnya berupa treat ataupun asesories lainya, namun tidak boleh memberikan makanan tambahan atau suplemen karena sudah jadi standard shelter GSI supaya satwa tidak stress makan.

  6. GSI akan memberikan update jika anak asuh mengalami sesuatu hal yang berhubungan dengan kesehatan anak asuh. Contoh: Anak asuh sakit dan membutuhkan penanganan medis tertentu dan juga perkembangannya, OTA berhak mendapatkan Informasi tentang hal itu.

  7. Anjing dan kucing di shelter GSI semua sudah di vaksin dan steril. Dan ketika dalam masa jadi OTA, kebetulan anak asuh masuk pada masa vaksin tahunan, OTA akan diberikan informasi awal ketika kontrak sehingga bisa mempersiapkan dana tambahan untuk vaksin tahunan.

theadminHomePage Lorem